1. Pseudocode
v Dugunakan untuk menuliskan algoritma menggunakan serangkain pernyataan yang ditulis dalam bahasa sehari-hari
v Setiap pernyataan dalam pseudocode ditulis dalam sebuah nomor baris yang menyatakan nomor urut pernyataan. Jika sebuah nomor memiliki sub-kegiatan , maka digunakan aturan penomoran secara indent.
A. Nomor Utama
ΓΌ Sub-nomor
· Rincian Pertama
· Rincian kedua
· . . . . . . .
1. Pembacaan pseudocode dilakukan secara urut baris-demi-baris
2. Pada kondisi tertentu, ada kalanya pembacaan pseudocode tidak dilakukan urut dari baris satu ke baris selanjutnya, akan tetapi melompat ke baris yang lain
3. Terdapat beberapa keyword atau “kata kunci” yang digunakan dalam menulis pseudocode
KEYWORD AWAL
a. BEGIN
Menyatakan awal pseudocode , keyword ini harus dan ada diltekkan di nomor 1. Dari sini seluruh instruksi bermula.
b. END
Menyatakan akhir pseudocode, keyword ini harus ada dan diletakkan di nomor terakhir. Diseluruh instruksi berakhir
c. IF – THEN
Menyatakan alternatif pilihan dengan sebuah kemungkinan proses terusan IF THEN
d. IF – THEN – ELSE
Menyatakan alternatif pilihan dengan 2 kemungkinan alur terusan
IF THEN ELSE
Jika bernilai BENAR maka akan dikerjakan, sebaliknya yang akan dikerjakan
Contoh : IF (mendapat dokter gigi) OR (Pramugari) THEN (saya akan menikah) ELSE (tidak menikah)
e. WHILE
Menyatakan adanya proses berulang bersyarat WHILE
. . . . . . .
Selama bernilai BENAR maka sampai dengan yang akan dikerjakan
Contoh : WHILE belum mendapat jodoh dokter gigi
BEGIN
Bangun jam 3 pagi
Sholat tahujud
Makan yang banyak
END
f. FOR
Menyatakan adanya proses berulang tanpa syarat
For Var = awal TO akhir
. . .
samapi dengan akan dikerjakan seiring dengan pergerakan nilai variable “Var” dari nilai “awal” sampai nilai “akhir”
Contoh :
· Mati = 365 hari * 75 tahun
For umur = (10*365) to mati
BEGIN
Sholat
Zakat
Cari Nafkah
Umur = Umur + 1 hari
END
· Hari = 1
For Hari = 1 To 20
BEGIN
Puasa
Hari = hari + 1
END
koephenk,
Jumat, 29 Mei 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



Comments :
Posting Komentar