Bahkan Allah pun "Bersumpah"
Akhir-akhir ini, saya sering di sms yang berisi pendapat tentang bagaimana cara mendapatkan kesuksesan. SMS yang pertama berasal dari sepupu saya yang duduk di kelas XII. Ia menanyakan bagaimana cara mendapatkan kesuksesan seperti saya (mungkin maksudnya mendapatkan beasiswa untuk kuliah diluar sumatera. Kalau sukses dalam artian uang melimpah, saya bukanlah orang yang dimaksud). Sedangkan sms ke dua berasal dari peserta training manajemen organisasi yang saya isi di pondok pesantren al-hikmah beberapa bulan yang lalu. Ia, yang juga duduk di kelas XII bertanya tentang bagaimana cara menghilangkan ketakutan untuk menghadapi UNAS yang tinggal menunggu waktu.


Menerima SMS seperti itu sebenarnya membingungkan saya. Pertama, saya merasa belum menggapai apa yang selama ini saya cita-citakan, walaupun dalam realita teman-teman saya sering mengatakan bahwa saya sudah memasuki jalan menuju apa yang saya cita-citakan, dan mereka mengakui bahwa saya lebih sukses dari mereka. Kedua, saya merasa perasaan seperti apa yang mereka rasakan juga sering menghinggapi saya. Kalau saya menyarankan sesuatu yang saya sendiri belum bisa merasakan manfaatnya, bagaimana saya akan mempertanggungjawab kannya kelak?
Bahkan Allah pun "Bersumpah"
Ketika bingung tentang jawabannya, saya teringat dengan ayat-ayat surah At-Tin, terkhusus pada ayat keempat, yaitu Laqod Khalaqnal Insana Fi Ahsani Taqwim. "Allah telah menciptakan manusia sebagai ciptaan yang terbaik" begitulah kira-kira terjemahan bebasnya. Didahului dengan empat sumpah dalam tiga ayat sebelumnya. Demi Buah Tin, Buah Zaitun, Bukit Sinai dan Kota Mekkah.
Dan saya pun menjadi teringat dengan buku "Tuhan, Inilah Proposal Hidupku" Karya Inspirator Sukses-Mulia Jamil Azzaini yang mengatakan bahwa kita adalah sebuah masterpiece Allah yang memang diciptakan untuk menjadi gardu-gardu penyebar energi-energi positif-Nya. Ya, karena memang kita diciptakan secara special oleh Allah untuk kembali berbakti padanya dalam bentuk pengabdian yang totalitas.
Pertanyaannya, kenapa kita masih mempertanyakan kualitas kita sebagai "makhluk terbaik" padahal Allah saja telah "bersumpah"? Tidakkah kita percaya dengan "sumpah" Allah tersebut?


Percayalah, bagaimanapun kondisi seseorang pada saat ini, dia adalah sebuah Maha Karya Agung ciptaan Allah SWT. Tidak ada yang sama dengan dirinya walaupun ayah dan ibunya, bahkan saudara kembar sekalipun. Walaupun berbeda, semua orang tetap sama-sama diciptakan untuk mencapai kesuksesan, dalam bahasa Jamil Azzaini, yang mulia.
Surabaya, 12 April 2009 pukul 22.34

Radinal Mukhtar Harahap
(http://kumpulan- q.blogspot. com dan http://belajarotodi dak.tk)

Comments :

0 komentar to “ ”

Posting Komentar

 

Anda berniat mulai bisnis internet namun masih bingung apa saja aspek-aspek bisnis internet yang mesti diperhatikan? Silakan baca posting ini. Lalu siapkan kertas serta alat tulis. Tuliskan setiap poin dalam posting ini dan isi dengan jawaban anda.